Showing posts with label News Item. Show all posts
Showing posts with label News Item. Show all posts

Friday, October 17, 2008

Ilyas Karim Pengibar Sangsaka Merah Putih


Masih inget siapa yang ngibar bendera waktu proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangin sama Presiden pertama RI, Soekarno, pasti dah pada lupa khan? Emang orang yang amat berjasa bagi kemerdekaan Indonesia ini sering terlupakan. Tapi tanpa adanya beliau, Proklamasi kemerdekaan pasti ada yang kurang deh.

Ilyas Karim, beliaulah pengibar pertama Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus 1945. Coba deh lihat gambar diatas! Itu foto pengibaran bendera Merah putih yang pertama di Jalan Pegangsaan Timur Jakarta Pusat setelah pembacaan proklamasi kemerdekaan. Yang sekarang bendera yang dikibarin dulu dah di museumin. Di foto itu tampak dua orang pengibar bendera yang dikelilingi oleh Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Ibu Fatmawati, dan SK Trimurti. Pemuda pengibar bendera yang bercelana pendek itulah Ilyas Karim. Saat ini Ilyas yang sudah berusia 81 tahun ini tinggal di sebuah rumah sederhana di Jl. Rawajati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan, bersebelahan dengan rel kereta api.
Ilyas Karim menjadi pengibar bendera Merah Putih dipilih oleh Sudanco (Komandan Peleton) Latief menunjuknya untuk menjadi pengibar bendera di acara proklamasi kemerdekaan, beliau dipilih karena masih berumur 18 tahun, belium mengibarkan bendera pusaka bersama Sudanco Singgih, seorang tentara PETA. Waktu itu, Ilyas adalah seorang murid di Asrama Pemuda Islam (API) yang bermarkas di Menteng Jakarta Pusat.

Setelah pengibaran Sang Saka Merah Putih itu, Ilyas kemudian menjadi tentara. Pada 1948, Ilyas dan sejumlah pemuda di Jakarta diundang ke Bandung oleh Mr Kasman Singodimejo. Di Bandung, dibentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kesatuan tentara ini kemudian ini nama Siliwangi. Nama Siliwangi merupakan usul dari Ilyas. Pada 1979, Ilyas pensiun dengan pangkat letnan kolonel. Kehidupannya mulai suram, karena dua tahun kemudian dia diusir dari tempat tinggalnya di asrama tentara Siliwangi, di Lapangan Banteng, Jakpus. Sejak saat itu hingga saat ini dia tinggal di pinggir rel KA.

Read More..

Mbah GooGle Ternyata Masih Muda

MOUNTAIN VIEW, MINGGU- Larry Page dan Sergey Brin bukan siapa-siapa saat mendirikan Google sepuluh tahun lalu. Namun, kala itu mereka hanya berfikir dan yakin temuannya akan dapat merubah dunia suatu saat kelak. Modalnya hanya empat unit computer di garasi rumahnya dan 100.000 dollar AS.

Terbukti, temuannya benar-benar mengguncang dunia dan kini digunakan hampir di seluruh dunia sebagai mesin pencari yang kini kita kenal dengan Google. Hari ini, Minggu (7/9), mereka bersama 20.000 karyawan perusahaannya merayakan ulang tahun Google yang ke-10.

Asetnya pun melonjak drastis. Lewat situsnya, Google.Inc melaporkan bahwa saat ini telah memiliki aset sekitar 150 miliar dollar. Page dan Brin saat ini memiliki kekayaan masing-masing sekitar 19 miliar dollar AS. Sebuah penghasilan yang fantasitis, apalagi oleh sebuah perusahaan yang baru bergerak selama 10 tahun.

Sekarang Google juga sedang mencoba menambah pundi-pundi keuangan mereka melalui YouTube sebagai pendapatan kedua terbesar mereka. Lewat situs layanan video tersebut, tahun ini Google berharap dapat mengumpulkan sekitar 200 juta dollar AS.

Ulang tahun kali ini tidak hanya mengukuhkan kebesaran nama Google, namun juga menjadi ujian pada dekade selanjutnya terutama dari kompetitornya. Ambisinya yang ingin dapat mengontrol arus perkembangan internet dan hiburan, telah mengundang banyak kecaman dari berbagai elemen.
Google beberapa kali dikhawatirkan melanggar privasi karena dapat menggunakan data dan informasi dari para penggunanya untuk kepentingan sendiri. Saat ini layanan mesin pencari Google telah digunakan lebih dari 650 juta orang, belum lagi layanan lain seperti You Tube, Maps dan Gmail.
Kontroversi lain yang dilakukan Google adalah ambisinya menyalin semua buku yang ada di dunia untuk dijadikan buku digital sehingga dapat diakses lewat internet. Tindakan tersebut sempat mendapat penolakan karena dikhawatirkan dapat menimbulkan banyak pelanggaran atas hak cipta.

Bahkan untuk membendung keinginan Google tersebut, pemerintah AS harus membuat peraturan yang dapat membatasi ruang gerak Google yang semakin kuat. Baik dengan hal-hal yang berurusan dengan privasi maupun kegiatan bisnisnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Google tentu tidak tinggal diam. Google menggaji para pengacara untuk dapat memberi tahu kepada semua orang termasuk Amerika Serikat bahwa ambisinya untuk memonopoli layanan Internet itu tidaklah benar.

"Banyak orang berfikir berlebihan kepada kami sekarang, padahal kenyataannya kami tidak terlihat seperti itu," Craig Silverstein, Direktur Teknologi Google.

Cengekraman Google yang sangat kuat dalam bisnis iklan Internet juga mulai dirong-rong. Misalnya dari Microsoft yang selama ini hanya bermain di bisnis software. Microsoft berambisi mengakusisi Yahoo untuk menyaingi Google meski masih gagal.


(sumber: http://tekno.kompas.com)

Read More..